Menjaga Hati

Sudah menjadi kewajiban seorang mu’min untuk senantiasa menjaga hati, karena hati memegang peranan yang sangat dominan di dalam tubuh ini. Nabi Shollollohu ‘alaihi wa sallam sangat memperhatikan masalah ini. Bahkan beliau banyak berdo’a dengan doa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Turmudzi;
 
يا مقلب القلوب، ثبت قلبى على دينك

( Wahai dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agamamu )

padahal beliau adalah orang yang sudah mendapatkan jaminan ampunan dari Alloh Ta’ala sebagaimana firman Alloh dalam surat Al Fath ayat 2 ;
ليغفر لك الله ما تقدم من ذنبك وما تأخر و يتم نعمته, عليك ويهديك صراطا مستقيما 
(Supaya Alloh memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni’matNya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus
Lebih-lebih kita sebagai manusia biasa yang tidak mendapatkan jaminan apa-apa, maka seyogyanya harus lebih banyak memohon perlindungan Alloh dalam hal ini. Peran pentingnya hati ini dengan jelas digambarkan oleh Nabi yang mulia dalam penggalan hadits yang bersumber dari Nu’man bin Basyir rodhiyallohu ‘anhu ; 
ألا و إن في الجسد مطغة, إذا صلحت صلح الجسد و إذا فسدت فسد الجسد ألا وهي القلب 
( Bukankah pada jasad itu ada segumpal daging, apabila daging itu baik maka baiklah semua jasad, dan apabila daging itu rusak maka rusaklah semua jasad, segumpal daging itu adalah hati ).
Diantara faidah dari hadits ini adalah kerusakan yang nampak pada dhohir manusia ( sikap, perilaku, perkataan, penampilan ) merupakan tanda rusaknya hati. Dan poros utama dari baik dan rusaknya seseorang adalah hati, maka wajib bagi manusia itu memperhatikan hatinya selalu dan selamanya, sampai luruslah hati itu sebagaimana seharusnya. ( Al Fawaid Adzahabiyah hal.39
Rusaknya Hati 
Di dalam Syaroh Hisnul Muslim disebutkan bahwasanya hati seseorang itu bisa berkarat sebagaimana berkaratnya tembaga dan perak. Dan berkaratnya hati itu dengan dua perkara, yaitu dengan kelalaian dan dengan dosa. Orang yang kelalaian dalam hatinya itu lebih banyak maka karat dalam hatinya pun akan banyak dan bertumpuk-tumpuk, lalai dari mengingat Alloh, lalai dari menuntut ilmu din, lalai dari beristighfar, dsb. Begitu pula orang yang banyak berbuat dosa, hatinyapun akan semakin berkarat seiring dengan bertambahnya dosa yang dia perbuat. Dan akibat terburuk yang dapat menimpa seseorang yang hatinya rusak adalah dia tidak dapat lagi melihat hakikat sebuah perkara itu dengan sebenarnya, dia akan melihat sebuah kebenaran sebagai sebuah keburukan, dan keburukan sebagai sebuah kebenaran. Dia tidak akan dapat membedakan antara yang hak dan yang bathil, karena hatinya sudah tertutup oleh karat disebabkan kelalaian dan dosa yang dia perbuat. 
  Bersinarnya Hati 
  Bersinarnya hati dengan dua hal, dengan dzikir dan dengan istighfar ( Syaroh Hisnul Muslim ). Al qur’an pun banyak menjelaskan tentang manfaat dzikir/ mengingat Alloh, diantaranya ;
– فذكروني أذكركم و اشكروا لي ولا تكفرون
( Karena itu ingatlah kamu sekalian kepadaKu niscaya Aku akan ingat kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu, dan janganlah kamu sekalian mengingkari ni’matKu) Al Baqoroh 152 
– علي بذكر الله تطمئن القلوب 

( Hanya dengan mengingat Alloh lah hati menjadi tenangSyaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan ;

الذكر للقلب مثل الماء للسمكة, فكيف يكون حال السمك إذا فارق الماء؟ 
( Dzikir/mengingat Alloh itu kedudukanya seperti air bagi ikan, maka bagaimanakah keadaan ikan apabila terpisah dari air,.? ) 
Air adalah habitat bagi ikan, tempat hidup, tempat mencari makan, dll. Pendek kata peran air sangatlah dominan bagi ikan, dan demikianlah peran dzikir bagi hati seseorang. Maka terlepasnya hati dari dzikir/mengingat Alloh akan berakibat matinya hati seseorang. Dan diantara Ayat-ayat Alqur’an tentang istighfar diantaranya adalah apa yang dilafadzkan para Nabi terdahulu ; 
– وما كان قولهم إلا أن قالوا ربنا اغفرلنا ذنوبنا و إسرافنا في أمرنا و ثبت أقدامنا وانصرنا على القوم الكافرين 
( Tidak ada doa mereka selain ucapan ; ” Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dam tolonglah kami terhadap kaum yang kafir” ) Al Imron 147 

– ربنا فاغفرلنا ذنوبنا و كفر عنا سيئاتنا وتوفنا مع الأبرار

 ( “Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti” ) Al Imron 193

Maka marilah saudaraku kita senantiasa menjaga hati ini dari perkara-perkara yang dapat menjerumuskan kita pada hal-hal yang di haramkan oleh Alloh Ta’ala.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *