HUKUM JUAL BELI ANJING

Oleh : Abu Ruqoyyah Setyo Susilo

Pertanyaan ;

Apa hukum jual beli anjing,.? Apakah sama status jual beli anjing untuk di manfaatkan seperti untuk berburu dengan untuk sekedar hobi memelihara,.?

Jawab :

Para ulama sepakat akan haramnya hukum jual beli anjing yang tidak di manfaatkan, seperti sekedar untuk hewan peliharaan tanpa tujuan yang benar, dan mereka berselisih pendapat tentang hukum jual beli anjing yang bisa di manfaatkan, atau untuk tujuan yang bermanfaat, seperti anjing penjaga, anjing berburu, penggembala dan yang lainnya. Maka dalam hal ini jumhur (mayoritas) ulama seperti Abu Hurairah, Al Hasan Al Bashri, Rabi’ah, Al Auza’i, juga Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Abu Dawud, Ibnul undzir dan yang lainnya mengatakan haram secara mutlak, baik untuk tujuan yang bermanfaat maupun tidak bermanfaat. Sedangkan ulama Abu Hanifah mengatakan :

يصح بيع الكلاب التي فيها منفعة

“Boleh jual beli anjing yang padanya ada manfaat” (Lihat kitab Syarhu An Nawawi ‘Ala Muslim pada penjelasan hadits no. 1567)

Dalil yang di pakai jumhur ulama adalah hadits yang di riwayatkan oleh Imam Bukhari juga Imam Muslim dari Abu Mas’ud Al Anshariy –semoga Alloh memberikan ridha kepada beliau-;

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ ثَمَنِ الكَلْبِ، وَمَهْرِ البَغِيِّ، وَحُلْوَانِ الكَاهِنِ

“Bahwa Rasululloh Shalallohu ‘alaihi wa Sallam melarang dari uang hasil jual beli anjing, hasil melacur dan upah dukun”  (HR Bukhari dan Muslim)

Juga hadits Abu Juhaifah ;

نهى النبي صلى الله عليه وسلم عن ثمن الكلب

“Rasululloh Shalallohu ‘alaihi wa Sallam melarang dari uang hasil jual beli anjing” (HR Bukhari)

Adapun dalil yang di pakai oleh Abu Hanifah adalah hadits Jabir bahwasannya ;

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَالسِّنَّوْرِ إِلاَّ كَلْبَ صَيْدٍ

“Bahwasannya Rasululloh Shalallohu ‘alaihi wa Sallam melarang dari uang hasil jual beli anjing dan kucing, kecuali anjing pemburu.” (HR Nasa’i, dan beliau melemahkannya)

Dan jika kita telaah dua pendapat di atas beserta dalil yang di gunakan maka nampaklah bahwa pendapat yang kuat adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama, bahwa hukum jual beli anjing baik yang padanya ada manfaat seperti anjing penjaga, berburu dan yang lainnya ataupun tidak ada padanya manfaat seperti sekedar anjing peliharaan atau hias adalah haram secara mutlak, dengan alasan ;

1. Larangan yang sifatnya umum, sebagaimana dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, maka mencakup anjing yang padanya ada kemanfaatan untuk manusia atau tidak. Baik untuk berburu maupun untuk sekedar di pelihara.

2. Lemahnya dalil yang di gunakan oleh Abu Hanifah (yaitu hadits riwayat Nasa’i) yang mengatakan adanya pengecualian untuk anjing pemburu. Imam Nasa’i mengatakan ; “Itu adalah hadits yang munkar” demikian pula beliau mengatakan ; “Hadits ini tidak shahih”. Ad Daraquthni mengatakan ; “Yang benar hadits ini mauquf kepada Jabir. (sebagaimana di katakan syaikh Khalid Bin Sa’ud, anggota Al Jam’iyyah Al Ilmiyah As Su’udiyah Lissunnah di sini)

3. Tidak adanya riwayat yang menunjukkan adanya transaksi jual beli anjing pada masa Nabi atau Khulafa Ar Rasyidin, padahal sebagaimana kita ketahui bahwa berburu dengan menggunakan anjing pada masa Nabi pun sudah ada, jika memang di perbolehkan tentunya syariat akan menjelaskannya.

Wallohu a’lam,.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *