Hukum Jual Beli Kucing

Apa hukum jual beli kucing?

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أما بعد:

فقد ذهب جمهور العلماء إلى جواز بيع السنور منهم أهل المذاهب الأربعة، وذهب بعض أهل العلم إلى تحريمه وهم الظاهرية، وحكاه ابن المنذر عن أبي هريرة ومجاهد وجابر بن زيد، وحكاه المنذري عن طاووس.
وهو الراجح الذي يدل عليه النص، فقد روى مسلم عن أبي الزبير قال: سألت جابراً عن ثمن الكلب والسنور؟ قال: زجر النبي صلى الله عليه وسلم عن ذلك.

Alhamdulilah, wasshalatu wassalamu ala Rasulillah wa ala alihi wa sahbihi amma badu :

Jumhur ulama berpendapat bolehnya jual beli kucing, diantaranya pula adalah ahli empat madzhab. Dan sebagian ahli ilmu berpendapat akan haramnya, dan mereka adalah dhahiriah. Ibnu Mundzir menceritakan dari Abu Hurairah, Mujahid dan Jabir bin Zaid. Demikian pula Al Mundziri menceritakan dari Tawus, dan ini adalah yang rajah sebagaimana di tunjukkan oleh nash syariat, Imam Muslim menceritakan dari Abu Zubair, beliau mengatakan : Aku bertanya kepada Jabir tentang hukum jual beli anjing dan kucing? Beliau mengatakan : Nabi Shalallohu ‘alaihi wa Sallam melarang dari hal itu.

وعند أبي داود عنه: أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن ثمن الكلب والسنور. وعند البيهقي عنه أيضاً: نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن أكل الهرة وأكل ثمنها.

Dan dalam riwayat Abu Dawud : Bahwasannya Nabi Shalallohu alaihi wa Sallam melarang dari jual beli anjing dan kucing. Dan dalam riwayat Baihaqi juga : Nabi Shalallohu ‘alaihi wa Sallam melarang dari memakan daging kucing serta jual belinya.

وقد ذهب بعض أهل العلم إلى تضعيف هذه الأحاديث، ولكن قولهم مردود.
قال النووي في المجموع: وأما ما ذكره الخطابي وابن المنذر أن الحديث ضعيف فغلط منهما، لأن الحديث في صحيح مسلم بإسناد صحيح.
وقال الشوكاني في النيل رداً على الجمهور الذين حملوا النهي في الحديث على كراهة التنزيه وأن بيعه ليس من مكارم الأخلاق والمروءات، فقال: ولا يخفى أن هذا إخراج النهي عن معناه الحقيقي بلا مقتضٍِ.

Sebagian ahli ilmu berpendapat bahwa riwayat tentang haramnya jual beli anjing dan kucing ini adalah riwayat yang lemah, namun pendapat ini jelas tertolak. Imam Nawawi mengatakan di dalam Al Majmu’ : “Adapun apa yang di katakan oleh Al Khattabi dan Ibnu Mundzir bahwa hadits ini adalah hadits yang lemah maka mereka berdua keliru, di karenakan hadits ini terdapat di dalam shahih Muslim dengan sanad yang shahih.”

Asy Syaukani mengatakan di dalam An Nail (Naulul Authar) sanggahan terhadap jumhur ulama yang menganggap bahwasanya larangan di dalam riwayat ini hanyalah larangan yang bersifat makruh, dan jual belinya hanya di hukumi tidak termasuk akhlak dan muru’ah yang baik. Beliau mengatakan : “Telah jelas bahwasanya menganggap larangan yang terdapat dalam hadits ini sebagai larangan yang sifatnya makruh maka hal ini berarti telah mengeluarkan makna larangan dari makna yang hakiki (yang benar) tanpa konsekwensi”

وقال البيهقي في السنن رداً على الجمهور أيضاً: وقد حمله بعض أهل العلم على الهر إذا توحش فلم يقدر على تسليمه، ومنهم من زعم أن ذلك كان في ابتداء الإسلام حين كان محكوماً بنجاسته، ثم حين صار محكوماً بطهارة سؤره حل ثمنه، وليس على واحد من هذين القولين دلالة بينة. انتهى.
وجزم ابن القيم بتحريم بيعه في زاد المعاد وقال: وكذلك أفتى أبو هريرة رضي الله عنه وهو مذهب طاووس ومجاهد وجابر بن زيد وجميع أهل الظاهر، وإحدى الروايتين عن أحمد وهي اختيار أبي بكر وهو الصواب لصحة الحديث بذلك، وعدم ما يعارضه فوجب القول به. انتهى
وقال ابن المنذر: إن ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم النهي عن بيعه فبيعه باطل وإلا فجائز. انتهى.
وقد عرف ثبوت الحديث فلازم مذهب ابن المنذر تحريم بيعه.
والله أعلم.

Al Baihaqi mengatakan dalam Sunan-nya sebagai bantahan kepada pendapat Jumhur ulama (mayoritas ulama) ; “Sebagian ahli ilmu mendefinisikan larangan yang ada dalam hadits ini berlaku untuk kucing yang liar dan tidak dapat di jinakkan. Sebagian lagi ada yang menganggap itu berlaku pada awal-awal Islam, ketika itu di hukumi najis, namun tatkala hukum sisa minumnya menjadi suci maka halal-lah jual belinya. Namun tidak ada dalam dua pendapat ini dalil jelas yang mendasarinya.” Selesai perkataan Baihaqi.

Ibnu Qoyyim menegaskan akan haramnya dalam kitab beliau Zaaadul Ma’aad, beliau mengatakan ; “Demikian pula fatwa Abu Hurairah tentang hal ini (menunjukkan haramnya), dan ini juga merupakan madzhab dari Tawus, Mujahid dan Jabir bin Zaid, juga seluruh dhahiriyah, dan salah satu dari dua riwayat dari Imam Ahmad, serta inilah yang di pilih oleh Abu Bakr, dan ini pula-lah yang lebih tepat berdasarkan shahihnya hadits tentang hal ini dan tidak adanya riwayat yang bertentangan dengannya. Maka wajib untuk mengambil pendapat ini.” Selesai

Telah di ketahui shahihnya hadits tentang hal ini, maka yang benar adalah madzhabnya Ibnu Mundzir dalam hal ini, yaitu haramnya jual beli kucing.

[Fatwa dari Markazul Fatwa islamweb.net, dengan nomor fatwa ; 18327]

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *