APAKAH ORANG YANG SUDAH MENINGGAL TERPUTUS SEMUA AMAL KECUALI HANYA TIGA PERKARA,..?

PERTANYAAN

P ustad menurut hdst or yg meninggal akan putus amalnya kcl 3 perkara 1 amal jariyah anak sholeh yg mrndoakn ortu ilmu yg bermanfaat bgmn hub dng sedekah doa istigfar dan haji pahala sampai mayet

JAWAB

Memang benar, hal itu sebagaimana di sebutkan dalam hadits berikut ;

 إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث : صدقة جارية ، أو علم ينتفع به ، أو ولد صالح يدعو له

Apabila manusia mati maka amalannya terputus kecuali tiga perkara, ; Shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shalih yang mendoakannya. “ (HR Muslim di Kitabul Washiyat no. 1631)

Apakah sedekah atas nama mayit pahalanya sampai kepadanya,.?

Ketahuilah bahwasanya hal ini telah DI SEPAKATI OLEH AHLI ILMU akan sampainya pahala tersebut sebagaimana di sebutkan dalam Fatawa Nurun Ala Ad Darb Syaikh Bin Baz, 14/291 pada bab ; Amalan Apa Yang Paling Manfaat Untuk Mayit Setelah Kematiannya. Dan hal ini berdalil dengan hadits yang shahih ;

 أن رجلا سأله قال : إن أمي ماتت ، فهل لي أجر إن تصدقت عنها ؟ قال النبي صلى الله عليه وسلم : ” نعم

“Ada seorang laki-laki bertanya pada Nabi ; Sesungguhnya ibuku sudah meninggal, apakah aku bisa mendapatkan pahala apabila aku bersedekah atas nama ibu saya,.? Nabi Shalallohu ‘alaihi wa Sallam menjawab ; Boleh.” (HR Bukhari, dalam Kitabul Janaiz, no. 1004)

Nabi juga pernah bersabda pada Amru bin Ash ;

 أما أبوك فلو كان أقر بالتوحيد فصمت وتصدقت عنه نفعه ذلك

“Adapun bapakmu, jikalau dahulunya adalah orang yang bertauhid pada Alloh (Muslim) maka engkau berpuasa dan engkau bersedekah atas namanya akan bermanfaat untuk dirinya” (HR Ahmad, di shahihkan oleh Syaikh Al Albani)

Maka berdasarkan hadits di atas, sedekah atas nama mayit di syariatkan, dan mayit pun akan mendapatkan manfaat atas sedekah tersebut.

Bagaimana dengah haji atas nama mayit apakah di perbolehkan dan bisa sampai pahalanya,.?

 Jawabannya DIPERBOLEHKAN, dan in syaa Alloh pahalanya pun akan sampai. Hal ini berdasarkan sebuah hadits yang shahih, dari Ibnu Abbas ;

 أن النبي صلي الله عليه سمع رجلا يقول لبيك عن شبرمة قال من شبرمة قال أخ لي أو قريب لي قال حججت عن نفسك قال لا قال حج عن نفسك ثم حج عن شبرمة.

“Banwasannya Nabi Shalallohu alaihi wa Sallam mendengar seorang laki-laki mengucapkan ; “Labbaika ‘an Syubrumah”, kemudian beliau bertanya ; “Siapa itu Syubrumah,.?” Ia menjawab ; “Dia adalah saudara laki-lakiku, atau kerabatku”. Nabi kemudian bertanya ; “Apakah engkau sudah menunaikan haji untuk dirimu sendiri,.?” Laki-laki tadi menjawab ; “belum”, lantas Nabi bersabda ; “Berhajilah untuk dirimu terlebih dahulu, KEMUDIAN BERHAJILAH UNTUK SYUBRUMAH.” (HR Ibnu Majah, di shahihkan oleh Syaikh Al Albani)

Maka di sini juga jelas, bahwa menghajikan orang lain itu di perbolehkan oleh Nabi Shalallohu alaihi wa Sallam. Jika hal itu di perbolehkan oleh Nabi, tentunya juga pahalanya akan sampai padanya, karena tidak mungkin Nabi memerintahkan kepada perkara yang sia-sia.

Lalu tentang mendoakan ampunan untuk orang lain, maka justeru hal itu di diajarkan oleh Alloh dalam Al Qur’an, sebagaimana firman Alloh ;

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Wahai Tuhan kami, ampunilah kami, dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan keimanan, dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami ada kedengkian terhadap orang-orang yang beriman, ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Hasyr : 10)

Juga dalam doa Nabi untuk orang yang sudah meninggal, diantaranya adalah ;

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

“Ya Alloh, ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah kesalahannya,..” (HR Muslim no. 963)

Juga doa beliau ;

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا

“Ya Alloh, ampunilah orang-orang yang masih hidup dan orang-orang yang sudah meninggal diantara kami,.” (HR Abu Dawud no. 3201, dan di shahihkan oleh Syaikh AL Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud)

Maka mendoakan orang yang sudah meninggal di anjurkan BUKAN HANYA BAGI ANAKNYA ATAU KERABAT DEKATNYA, namun juga di anjurkan bagi seluruh kaum muslimin untuk mendoakannya.

Namun, ada satu syarat yang WAJIB DI PENUHI dalam masalah bersedekah atas nama mayit, menghajikan, juga mendoakannya, yaitu ORANG YANG SUDAH MENINGGAL TADI HARUSLAH SEORANG MUSLIM. Ini berdasarkan sabda beliau diatas,  ;

“Adapun bapakmu, jikalau dahulunya adalah orang yang bertauhid pada Alloh (Muslim) maka engkau berpuasa dan engkau bersedekah atas namanya akan bermanfaat untuk dirinya” (HR Ahmad, di shahihkan oleh Syaikh Al Albani)

Wallohu alam

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *