HUKUM CALO MENCIUM HAJAR ASWAD

PERTANYAAN

Nuwun sewu (mohon maaf)… apalagi sampai MBAYAR CALO (menggunakan jasa calo)….untuk mencium Hajar Aswat.  Mencium hukumnya sunnah… menyakiti apAlagi sesama muslim HARAM…. Astaghfirullah. Bgmn Ust hukumnya CALO tsb? Hampir semuanya orang Indonesia… dan kenapa Askar sepertinya ndak mau tahu … Wass

JAWAB

Setidaknya ada dua pelanggaran yang di lakukan calo untuk mencium Hajar Aswad, pertama ia melakukan transaksi jual beli jasa di Masjid, dan kedua ia mendhalimi jamaah lain dalam rangka meloloskan klien nya untuk mencium Hajar Aswad, yaitu dengan mendesaknya, menyikutnya, mendorongnya dan cara-cara dhalim yang lain agar tujuannya tercapai.

Pelanggaran pertama adalah ia melakukan transaksi jual beli di masjid, padahal kita ketahui bersama bahwa melakukan transaksi jual beli di masjid hukumnya HARAM, sebagaimana hadits-hadits berikut ;

نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الشِّرَاءِ وَالْبَيْعِ فِي الْمَسْجِدِ

“Rasululloh Shalallohu alaihi wa Sallam melarang dari kegiatan jual-beli di Masjid.” (HR Tirmidzi dan beliau mengatakan hadits ini hadits Hasan)

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ( إِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيعُ أَوْ يَبْتَاعُ فِي الْمَسْجِدِ فَقُولُوا : لَا أَرْبَحَ اللَّهُ تِجَارَتَكَ )

“Dari Abu Hurairah Radhiyallohu anhu, bahwasanya Rasululloh Shalallohu alaihi wa Sallam bersabda ; “Apabila kalian melihat orang melakukan jual-beli di Masjid maka katakanlah ; Semoga Alloh tidak memberikan keuntungan pada perniagaanmu.” (HR Tirmidzi no. 1321, dan di Shahihkan Syaikh Al Albani dalam Al Irwa)

Kegiatan calo dimana mereka menawarkan jasanya kepada jamaah haji maupun umroh sesungguhnya adalah kegiatan jual beli jasa, maka itu merupakan kegiatan HARAM, transaksinya juga HARAM, dan tentu uang hasilnya jadinya juga HARAM.

Pelanggaran yang kedua ia melakukan kehakiman pada saudaranya Muslim yang lain dengan mendesaknya, menyikutnya, mendorongnya dan cara-cara dhalim yang lain. Padahal setiap bentuk kehakiman kepada saudara Muslim yang lain adalah DOSA, dan akan di kembalikan pada pelakunya nanti di hari kiamat. Nabi bersabda ;

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ

“Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, ia tidak boleh MENDHALIMINYA, menelantarkannya, dan tidak boleh menghinannya.” (HR Ahmad, no. 7713 dan Muslim no 2564)

 اتَّقُوا الظُّلْمَ ، فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Takutlah kalian pada perbuatan dhalim, karena perbuatan dhalim itu adalah KEGELAPAN nanti di hari Kiamat.” (HR Bukahari, Muslim, juga Ahmad)

Apakah benar para polisi atau tentara yang bertugas membiarkan hal tersebut,.?

Kami rasa tidak demikian, semua bentuk pelangggaran di Masjidil Haram tentu akan di tindak oleh petugas. Maka kita lihat di pojok Hajar Aswad pasti ada polisi yang berjaga, tidak hanya polisi namun juga petugas yang khusus memberitahukan dan memperingatkan jamaah dari melakukan pelanggaran-pelanggaran, hanya saja kemungkinan terlewat dan tidak di ketahui oleh mereka. Wallohu alam.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *