MINTA DI DOAKAN ORANG YANG BARU PULANG HAJI

PERTANYAAN

Ustadz bgm hukumnya doa orang yg plg haji? Bgm bacaan doanya jk ada orang yg silaturahmi kermh dan minta didoakan. Jazakumulloh

JAWAB

Berkaitan dengan doa kepulangan haji maka riwayat yang ada adalah doa ketika hendak pulang atau perjalanan pulang dari haji, sebagaimana hadits Ibnu Umar ;

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ إذَا قَفَلَ مِنْ غَزْوٍ أَوْ حَجٍّ أَوْ عُمْرَةٍ يُكَبِّرُ عَلَى كُلِّ شَرَفٍ مِنْ الأَرْضِ (مكان مرتفع) ثَلاثَ تَكْبِيرَاتٍ , ثُمَّ يَقُولُ : لا إلَهَ إلا اللَّهُ ، وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ , لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ , وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ , آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ سَاجِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ , وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ

“Bahwasanya Rasululloh Shalallohu alaihi wa Sallam beliau apabila kembali dari peperangan atau haji atau umroh beliau bertakbir setiap kali berada di tempat yang tinggi sebanyak tiga kali, kemudian mengucapkan ; Laa ilaha illallohu wahdahu las syariikalahu, lahul Mulu wa lahul handuk wa hawa ‘ala kuli syair’in qadiir, aayibuuna, taaibuuna, aabiduuna, saajiduuna, lirobbinaa haamiduun, shadaqallohu wa’dahu wanashoro ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu” (Tidak ada Rabb yang berhak di sembah selain Alloh, yang Maha Esa, tidak ada sekutu baginya, baginya segala kekuasaan dan pujian, Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, kami kembali dengan taubat, beribadah, sujud dan kepada Rabb kami kami memuji, Alloh telah menepati janjinya, menolong hambanya dan mengalahkan musuhnya)

Adapun ketika sampai rumah maka TIDAK ADA DOA KHUSUS YANG DIANJURKAN DALAM SYARIAT. Namun yang ada adalah anjuran-anjuran lain, seperti ; ketika sampai maka terlebih dahulu orang yang bepergian memasuki masjid terdekat untuk salat dua rekat, sebagaimana hadis Kaab bin Malik ;

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ بَدَأَ بِالْمَسْجِدِ فَرَكَعَ فِيهِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ جَلَسَ . رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ .

“Bahwasanya Nabi Shalallohu alaihi wa Sallam beliau apabila datang dari bepergian beliau terlebih dahulu mendatangi masjid untuk salat dua rekat kemudian duduk (atakhiyat)” (HR Bukhari, Muslim)

Kemudian anjuran yang lain adalah an naqi’ah, yaitu membuat makanan dalam rangka kedatangan dari bepergian, ini sebagaimana hadis Jabir ;

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ مِنْ سَفَرِهِ نَحَرَ جَزُورًا أَوْ بَقَرَةً . رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ .

“Bahwasanya Rasululloh Shalallohu alaihi wa Sallam tatkala beliau tiba di Madinah dari Safar beliau menyembelih onta atau sapi.” (HR Bukhari)

Bagaimana bacaan doa ketika ada orang yang datang ke rumah minta di doakan,.?

Sesungguhnya tidak ada anjuran khusus dalam syariat tatkala ada orang pulang dari haji untuk meminta doanya, justeru yang ada adalah riwayat mendoakan orang yang pulang dari haji.

فقد روى سعيد بن منصور في سننه عن ابن عمر أنه كان يقول للحاج إذا قدم: تقبل الله سعيك وأعظم أجرك، وأخلف نفقتك.

“Sa’id bin Mansur dalam Sunannya meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa beliau mendoakan apabila ada orang yang datang dari beribadah haji ; “Taqabbalallohu sa’yaka wa a’dzama ajraka wa akhlafa nafaqataka” (Semoga Alloh menerima ibadahmu, memberikan ganjaran yang besar kepadamu, dan mengganti biaya yang telah engkau keluarkan untuk ibadahmu) [nukilan dari Fatawa islam.net, fatwa no. 58754]

Dan hal itu dianjurkan menurut para ulama yang bermadzhab Syafi’i, sebagaimana di sebutkan dalam Al Mausu’ah Al Fiqhiyah ;

وذهب الشافعية إلى أنه يندب أن يقال للحاج أو المعتمر تقبل الله حجك أو عمرتك وغفر ذنبك وأخلف عليك نفقتك. اهـ

“Syafi’iyah berpendapat bahwa dianjurkan (bagi kita) untuk mendoakan orang yang menunaikan haji atau umroh ; “Taqabbalallohu sa’yaka wa a’dzama ajraka wa akhlafa nafaqataka” (Semoga Alloh menerima ibadahmu, memberikan ganjaran yang besar kepadamu, dan mengganti biaya yang telah engkau keluarkan untuk ibadahmu) [nukilan dari Fatawa islam.net, fatwa no. 58754]

Ringkasnya adalah, yang dianjurkan mendoakan dan bukan meminta doa.

Wallohu alam

Oleh : Abu Ruqoyyah Setyo Susilo

 

 

 

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *