Adakah Kewajiban Mengganti Sholat Fardhu Yang Tidak Dilaksanakan Pada Masa Lampau,.?!

Oleh : Abu Ruqoyyah Setyo Susilo

PERTANYAAN

Assalamualaikum.

Adakah kewajiban mengganti/mengqodho sholat fardhu yg yang tdk dilaksanakan pada masa lampau.

Jika ada, bagaimana teknis pelaksanaannya..

Jazakallah..

JAWAB

Tentang orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja di masa lampau apakah harus mengqadhanya, maka pendapat yang benar adalah TIDAK PERLU MENGQADHA. Alasanya karena orang yang meninggalkan shalat DENGAN SENGAJA maka ia telah keluar dari ISLAM, maka statusnya adalah KAFIR, dan orang kafir tatkala ia masuk Islam maka IA TIDAK PERLU MENGQADHA SHALAT YANG DI TINGGALKANNYA.

Hal ini pula yang di fatwakan oleh Syaikh Bin Baz dalam fatwa beliau. Beliau mengatakan ;

لا يلزمه القضاء إذا تركها عمداً في أصح قولي العلماء؛ لأن تركها عمداً يخرجه من دائرة الإسلام ويجعله في حيز الكفار. والكافر لا يقضي ما ترك في حال الكفر؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم:((بين الرجل وبين الشرك والكفر ترك الصلاة)) رواه مسلم في الصحيح عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما، وقوله صلى الله عليه وسلم: ((العهد الذي بيننا وبينهم الصلاة فمن تركها فقد كفر)) أخرجه الإمام أحمد وأهل السنن بإسناد صحيح عن بريدة ابن الحصيب رضي الله عنه؛ ولأن النبي صلى الله عليه وسلم لم يأمر الكفار الذين أسلموا أن يقضوا ما تركوا، وهكذا أصحابه رضي الله عنهم لم يأمروا المرتدين لما رجعوا للإسلام أن يقضوا. فإن قضى من تركها عمدا ولم يجحد وجوبها فلا حرج؛ احتياطاً وخروجاً من خلاف من قال بعدم كفره إذا لم يجحد وجوبها، وهم أكثر العلماء، والله ولي التوفيق.

“Seseorang tidak perlu mengqadha shalat apabila ia meninggalkannya dengan sengaja menurut pendapat yang lebih rajih dari dua pendapat ulama, dikarenakan orang yang meninggalkannya dengan sengaja maka hal itu telah mengeluarkannya dari Islam, serta menjadikannya masuk dalam ruang kekafiran. Dan orang kafir tidaklah mengqadha shalat yang di tinggalkannya sewaktu ia kafir, sebagaimana sabda Nabi Shalallohu alaihi wa Sallam (tentang orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja di hukumi kafir);

بين الرجل وبين الشرك والكفر ترك الصلاة

“Pembeda antara seorang Muslim dan kesyirikan serta kekufuran adalah meninggalkan shalat” (HR Muslim shahih dari Jabir bin Abdillah Radhiyallohu anhuma)

Dan juga sabda Nabi shalallohu alaihi wa sallam ;

العهد الذي بيننا وبينهم الصلاة فمن تركها فقد كفر

“Perbedaan antara kita (muslim) dengan mereka (kafir) adalah shalat, maka barang siapa yang meninggalkan shalat sungguh ia telah KAFIR.” (HR Ahmad, dan Ahlus Sunan dengan sanad yang shahih dari Buraidah bin Al Hasib)

Alas an lain adalah karena Nabi Shalallohu alaihi wa Sallam beliau tidak pernah menyuruh orang kafir yang telah berislam untuk mengqadha shalat yang telah mereka tinggalkan. Demikian pula sahabat-sahabat beliau Shalallohu alaihi wa Sallam, beliau tidak pemyuruh mereka yang murtad tatkala mesuk kembali ke dalam agama Islam untuk mengqadha shalat yang mereka tinggalkan.

Namun, jika seseorang yang meninggalkan shalat dengan sengaja tanpa mengingkari kewajibannya mengqadha shalat yang ia tinggalkan maka tidak mengapa, dalam rangka kehati-hatian dan keluar dari khilaf, bagi orang yang tidak meyakini kafirnya orang yang meninggalkan shalat jika tidak mengingkari akan wajibnya. Dan itu adalah pendapat kebanyakan ulama, wallohu waliyyut taufiq.”  [Fatwa Syaikh Bin Baz dalam dalam Mauqi’ beliau]

Pendapat yang Rajih, dan sesuai dalil menurut kami adalah TIDAK PERLUNYA MENGQADHA SHALAT BAGI ORANG YANG MENINGGALKANNYA DENGAN SENGAJA. Wallohu a’lam

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *