APAKAH BAYI YANG MENINGGAL SEBELUM LAHIR MEMBERI SYAFAAT PADA IBUNYA DARI NERAKA,..???!

PERTANYAAN

Tadz memohon maaf tanya apakah kematian bayi yg belum lahir dpt menolong ibunya dr neraka ke surga?

JAWAB

Memang terdapat hadits yang menjelaskan bahwa janin yang keguguran bisa membawa ibunya ke Surga. Dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallohu anhu dari Nabi Shalallohu alaihi wa Sallam beliau bersabda ;

وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ إِنَّ السِّقْطَ لَيَجُرُّ أُمَّهُ بِسَرَرِهِ إِلَىْ الجَنَّةِ إِذَا احْتَسَبَتْهُ

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangannya, sesungguhnya janin yang keguguran akan membawa ibunya ke dalam surga dengan ari-arinya APABILA IBUNYA BERSABAR (atas musibah keguguran tersebut).” (HR Ibnu Majah no. 1609)

Akan tetapi hadis ini di perselisihkan oleh para ulama akan kesahihannya, Imam Nawawi dalam Al Khulashah 2/1006 mendhaifkan hadis ini, demikian pula Al Hafidz Al Iraqi dalam Mughni Al Asfar 1/373, juga Al Bushiri dalam Musbahu Az Zujajah.

Dan hadis ini di Hasankan oleh Al Mundziri dalam At Targhib Wa At Tarhib 3/57, bahkan di Shahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Ahkamul Janaiz pada halaman 39. [fawaid fatwa Syaikh Shalih Munajjid no. 127177)

Kalaupun toh umpamanya kita anggap yang benar dalam masalah tashih hadis ini adalah hadis lemah, maka masih ada hadis lain yang mendukung kebenaran makna hadis ini. Adalah hadis Abu Musa Al Asy’ari Radhiyallohu anhu bahwasanya Nabi Shalallohu alaihi wa Sallam beliau bersabda ;

إِذَا ماتَ ولدُ العَبْدِ ، قالَ اللهُ لمَلَائِكَتِهِ : قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي ؟ فَيَقُولُونَ : نَعَمْ . فَيَقُولُ: قَبَضْتُم ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ ؟ فَيَقُولُونَ : نَعَمْ . فَيَقُولُ : مَاْذَا قالَ عَبْدِيْ ؟ فَيَقُولُونَ : حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ . فَيَقُولُ اللّهُ : ابْنُوا لِعَبْدِيْ بَيْتًا فِيْ الجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بيتَ الحَمْدِ

“Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, Allah berfirman kepada MalaikatNya, “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?” Mereka berkata, “Benar.” Allah berfirman, “kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?” Mereka menjawab, “Benar.” Allah berfirman, “Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku?” Mereka berkata, “Ia memuji-Mu dan mengucapkan istirja’ (Innaa Lilaahi Wa Innaa Ilaihi Rooji’uun).” Allah berfirman, “Bangunkan untuk hamba-Ku rumah di surga dan namailah rumah itu dengan nama Rumah Pujian.” (HR. Al-Tirmidzi no. 1021, di shahihkan oleh Syaikh Al AlBani dalam Shahihul Jami’)

Disebutkan dalam Al Fawaid Adz Dzahabiyah Minal Arbain An Nawawiyah halaman 31 pada penjelasan hadis no 4 bahwa janin yang berusia lebih dari empat bulan, yakni setelah di tiupkan ruh padanya maka pendapat yang benar ia sudah di hukumi sebagai manusia. Oleh karenanya jika ia keguguran diatas usia 4 bulan akan ia di berlakukan hukum manusia, maka ia dimandikan, di kafani dan di kuburkan di pemakaman kaum Muslimin.

DEMIKIAN PULA BERLAKU HADITS DIATAS, jika ibunya bisa bersabar, memuji Alloh dan mengucapkan istirja’ (kalimat Innaa lillaahi wa innaa ilahi rooji’uun) AKAN DI BANGUNKAN RUMAH DI SURGA BAGINYA.

Kami tambahkan lagi kabar gembira dengan satu hadits yang bersumber dari Abu Hurairah Radhiyallohu anhu bahwasanya Rasulullohi Shalallohu alaihi wa Sallam bersabda ;

يقول الله تعالى : ما لعبدي المؤمن عندي جزاء اذا قبضته صفيه من أهل الدنيا ثم احتسبه إلا الجنة

“Alloh Ta’ala berfirman ; Tidaklah untuk hambaKu yang beriman disisiKu ia mendapatkan pahala apabila Aku mengambil orang dekatnya yang di sayanginya (anak, suami, misteri All) dari keluarganya di dunia kemudian ia bersabar (dan berharap harap pahala dari musibahnya) melainkan ia mendapat pahala Surga” (HR Bukhari)

Oleh karenanya janganlah bersedih wahai para ibu, jika Alloh mengujimu dengan hal semacam ini maka ketahuilah jika engkau bisa bersabar, manahan diri, dan berharap-harap pahala dari Alloh atas ujian ini Alloh akan mengantimu dengan pahala yang berlipat dan ganjaran yang melimpah di Surga nantinya. Wallohu a’lam

Oleh : Abu Ruqoyyah Setyo Susilo

 

 

You may also like...

2 Responses

  1. Terima kasih artikelnya Tadz, ini salahsatu yang jadi bahan pikiran saya juga, dari kecil entah dikasih tau siapa, katanya bayi yang meninggal sebelum lahir, bisa jadi “tiket” orang tuanya ke surga, ternyata hadist nya dhaif ya, tapi kalau masih bayi dan meninggal sama juga ga ya? terima kasih

  2. abu_ruqoyyah says:

    Meskipun haditsnya di perselisihkan akan keshahihannya, namun banyak hadits yang mendukung kebenaran ungkapan bayi yang meninggal bisa jadi tiket menuju Surga. Tentu jika orang tuanya bisa bersabar atas musibah yang menimpanya tersebut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *