Amal-amal itu hanya dengan niat

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول إنما الأعمال بالنيات و إنما لكل امرء ما نوى فمن كانت هجرته إلي الله و رسوله فهجرته إلي الله و رسوله و من كانت هجرته لدنيا يصيبها أو امرئة ينكحها فهجرته إلي ما هاجر إليه. متفق عليه
Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Bukhori (no. 1) dan imam muslim (no.1907) abu dawud (no. 2201) Imam Turmudzi (no. 1647) Imam Ahmad dalam musnadnya (43,25/1) dan Nasai (59/1) juga Ibnu Majah (4227)

Biografi Perowi Hadits (Umar bin khotob)


Beliau adalah orang yang pertama kali digelari Amirul mu’minin, kuniyah beliau adalah Abu Hafs. Hafs secara bahasa adalah Singa. Beliau juga diberi gelar Al Faruq, karena beliau sangatlah keras didalam membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Dan beliau adalah orang yang pertama menujukkan keislamanya dengan lantang, dan Alloh menguatkan dakwah Nabi shollollohu ‘alaihi wasallam dengan sebab beliau.

Sebab keislaman beliau adalah ketika sampai khabar kepada beliau keislaman Fatimah saudara perempuan beliau dan suaminya Sa’ad bin Zaid beliau bermaksud hendak menghardik keduanya. Maka Fatimah membacakan sebuah surat dari Al Qur’an kepada Umar setelah dia meminta dibacakan untuknya sesuatu dari Al qur’an, dan ada yang mengatakan yang membacakan untuk beliau adalah khobab bin al urts. Beliau dibacakan surat Thoha sampai pada ayat ke 8. Maka menjadi tenanglah hati beliau dan Alloh memasukkan Islam kedalam hati beliau, maka dia meminta untuk dipertemukan dengan Nabi. Berangkatlah beliau menemui Nabi dan beliau berislam setelah nabi menjabat tangan beliau dengan mengatakan “.

أشهد أن لا إله إلا الله و أشهد أن محمدا رسول الله
Bertambahlah gembira kaum muslimin pada saat itu dengan keislaman beliau, dan Nabi mengabarkan kepada beliau dengan syurga, dan bahwasanya Alloh akan menjadikan kebenaran lewat lisan beliau dan hati beliau dan juga syaiton akan lari dari beliau. Beliau adalah sahabat yang utama setelah Abu Bakar, dan beliau adalah orang yang banyak ilmu, cerdas, tawadhu’, lembut, dan perhatian terhadap permasalahan kaum muslimin. Dan dari beliau diriwayatkan sebanyak 539 hadits. Umur beliau sama dengan umur Nabi yaitu 63 tahun dan beliau meninggal secara syahid ketika ditusuk oleh Abu Lu’lu’ah, dan dimakamkan di sisi Nabi shollollohu ‘alaihi wasallam. 

Kedudukan Hadits

* Imam Ahmad dan Imam Syafi’i mengatakan ; Pada hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu/ masuk pada hadits ini sepertiga ilmu, dan Imam Syafi’i mengatakan; Hadits tentang niat ini masuk pada 70 bab fiqih, hadits ini tidak meninggalkan sesuatu yang sia-sia,dan tidak pula meninggalkan madhorot, dan tidak mustahil menjadi hujjah ketika bertemu dengan Alloh ta’ala.
* Imam Baihaqi dan yang lain mengatakan ; Sebab yang demikian itu dikarenakan usaha yang dilakukan seorang hamba dengan hati dan lisanya juga anggota badanya, dan niat termasuk dalam tiga hal tersebut.
* Imam Ahmad mengatakan ; Usul Islam terletak pada 3 hadits, salah satunya adalah hadits umar (tentang niat)
* Ibnu daqiq mengatakan ; hadits niat termasuk salah satu hadits yang padanya ada poros dari Islam.
* Assyaukani mengatakan ; hadits ini termasuk salah satu kaidah utama dari kaidah-kaidah dalam Islam, sampai dikatakan bahwasanya dia mencakup sepertiga ilmu.
Dan dari pengagungan ulama terhadap hadits ini adalah mereka memulai didalam karangan mereka/ kitab-kitab mereka dengan hadits ini, dan diantara mereka adalah Imam Bukhori rohimahulloh, ini merupakan isyarat bahwa setiap amal yang tidak dimaksudkan denganya ikhlas kepada Alloh maka amalan tersebut batil (sia-sia) dan tidak akan mendapatkan pahala didunia dan di akhirat.
Faidah-faidah yang terdapat pada hadits ini
1. Bahwasanya tidak ada amal kecuali padanya ada niat, karena setiap manusia yang berakal, dan tidak dipaksa tidak mungkin akan melakukan amalan tanpa niat, sampai berkatalah sebagian ulama ; “Kalau seandainya saja Alloh membebani kita dengan amalan tanpa niat maka niscaya kita tidak akan mampu”
2. Bantahan terhadap orang-orang yang sering melakukan amalan berulang kali, karena tidak akan mungkin manusia itu akan melakukan amalan tanpa niat.
3. Pada hadits ini terdapat dalil bahwasanya niat itu termasuk bagian dari iman, karena niat itu adalah amalan hati, dan iman menurut Ahlussunnah wal jama’ah adalah pembenaran dalam hati, dan pengucapan secara lisan dan pengamalan dengan anggota badan.
4. Wajibnya seorang mu’min sebelum melakukan sebuah amalan hendaknya dia mengetahui kedudukan amalan tersebut, apakah dia wajib atau sunnah.
5. Bahwasanya amal-amal itu bergantung pada apa yang menjadi wasilah baginya, maka kadang-kadang sesuatu yang mubah pada asalnya bisa menjadi sebuah ketaatan apabila manusia itu meniatkanya untuk kebaikan. Dalilnya adalah perkataan Nabi shollollohu ‘alaihi wasallam kepada Sa’ad nin Abi Waqos ;

 إنك لن تنفق نفقة تبتغي بها وجه الله إلا أجرت عليها حتى ما تجعل في فم امرأتك

( Sesungguhnya kamu tidaklah menafkahkan nafkah yang denganya kamu niatkan karena Alloh kecuali kamu akan dibalasi/diberi pahala karenanya sampai apa yang kamu berikan pada mulut istrimu ), 
dan perkataan Nabi ;

 وفي بضع أحدكم صدقة 

( dalam jimak kamu sekalian ada shodaqoh )
Misalnya seseorang yang berniat dengan makan dan minumnya itu untuk menguatkan ketaatanya pada Alloh, oleh karena itulah Nabi bersabda;

 تسحروا فإن في السحور بركة 

(Makan sahurlah karena didalam makan sahur itu ada shodaqoh),.
Maka hal-hal yang mubah dan merupakan sebuah kebiasaan pelakunya akan diberikan pahala oleh Alloh apabila pelakunya meniatkannya untuk mendekatkan diri pada Alloh, dan apabila niatnya bukan untuk itu maka tidak ada pahala baginya.
6. Seyogyanya bagi seorang pendidik itu memberikan permisalan-permisalan didalam menjelaskan sebuah hukum, dan didalam hadits ini Nabi shollollohu ‘alaihi wasallam memberikan permisalan dengan hijroh, yaitu perpindahan dari negara syirik ke negara islam, dan Nabi menjelaskan bahwasanya hijroh itu adalah suatu amalan yang kadang-kadang bisa menjadi pahala dan kadang-kadang bisa menjadi harom, maka orang yang berhijroh yang dia meniatkan dengan hijrohnya itu untuk Alloh dan RosulNya maka hal ini dibalas/diberi pahala oleh Alloh dan dia sampai pada apa yang dimaksudkanya itu (Alloh dan RosulNya), dan orang yang berhijroh untuk dunia yang dia inginkan atau wanita yang hendak dia nikahi maka diharomkan darinya pahala ini.
Diintisarikan dari kitab “Al Fawaid Adzahabiyah minal Arba’in Annawawiyah”

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *